KPU Kabupaten Kepulauan Meranti Gelar Bedah Buku Fenomena Kolom Kosong Pilkada Bangka Belitung

SELATPANJANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar diskusi publik dan bedah buku seri pertama berjudul "Memilih Tidak Memilih: Pembelajaran dari Kemenangan Kolom Kosong di Bangka Belitung". Agenda yang menyoroti dinamika elektoral dan fenomena kotak kosong ini dilaksanakan secara hybrid di Aula Kantor KPU Meranti serta melalui aplikasi Zoom Meeting pada Kamis (6/8/2026).

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan. Dalam sambutannya, Rusidi mengapresiasi kehadiran para penulis dan panelis kompeten yang membedah isu menarik ini.

"Tema ini menjadi pembelajaran penting bagi penyelenggara pemilu, partai politik, peserta pemilu, hingga masyarakat luas. Topik fenomena kolom kosong ini sempat viral, bukan hanya di Riau tetapi juga secara nasional," ujar Rusidi.

Senada dengan itu, Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Meranti, Katmuji, S.H.I., M.Si., dalam sambutannya menilai esensi dari diskusi ini adalah untuk merawat pemahaman publik terhadap hak suara di tengah lanskap politik yang dinamis.

"Bedah buku ini sangat menarik untuk menggali pengetahuan baru sekaligus memperkuat pendidikan politik masyarakat," kata Katmuji.

Buku yang dibahas merupakan karya dari Moh. Maskurudin Hafid, M.A., selaku Direktur Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD). Gagasan dalam buku tersebut dikupas secara kritis oleh dua panelis akademisi, yaitu Dr. Muamar Al Khadafi, S.Sos., M.Si. (Dosen UIN Suska Riau) dan Hazqon Fuadi Nasution, S.I.P., M.I.P. (Dosen Universitas Riau). Jalannya diskusi dipandu oleh Kasubbag Teknis dan Hukum KPU Meranti, Dede Pujiastuti, S.Sos., M.IP., selaku moderator.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kepulauan Meranti, Romi Indra, M.H., bertindak sebagai penanggap dalam forum tersebut. Romi menjelaskan bahwa pelaksanaan Bedah Buku Seri 1 ini merupakan tindak lanjut dari Surat KPU Republik Indonesia Nomor 248 Tahun 2026.

"Kegiatan ini merupakan program resmi KPU RI yang diturunkan ke daerah guna meningkatkan kapasitas penyelenggara, memperluas sudut pandang, serta membuka ruang diskusi akademik," ungkap Romi di sela-sela acara.

Romi juga menekankan bahwa dialektika ini bukan sekadar seremonial. Hasil diskusi akan menjadi basis evaluasi penting untuk memperkuat perbaikan regulasi pemilu dan pilkada di masa depan.

"Masukan dan kritik dari berbagai stakeholder—mulai dari partai politik, pers, ormas, organisasi kepemudaan, hingga kelompok pemilih—menjadi poin berharga yang kami catat untuk merespons tantangan pemilu mendatang," pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan pemangku kepentingan setempat, antara lain Kapolres Kepulauan Meranti, Kajari Kepulauan Meranti, Danramil, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten, serta Kepala Badan Kesbangpol Kepulauan Meranti. Hadir pula Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM), pimpinan partai politik tingkat kabupaten, pimpinan perguruan tinggi, organisasi media, ormas, OKP, pegiat pemilu, serta mahasiswa.

Antusiasme juga terlihat di ruang digital, dengan tercatat hampir 315 peserta daring yang bertahan mengikuti jalannya perdebatan ide hingga akhir sesi. Sebagai apresiasi, rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada para tamu undangan yang hadir di Aula KPU Kepulauan Meranti, serta pembagian sertifikat digital bagi seluruh peserta yang mengikuti jalannya diskusi via Zoom Meeting.*

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 114 Kali.
🔊 Putar Suara